Spiritalitas Perempuan Dalam Islam

maghfur, 01 Sep 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Oleh : Mimi Jamilah Mahya, MA

Wanita memang selalu menarik untuk disimak. Namun diantara sekian banyak kajian tentang wanita maka tema spiritualitas inilah yang selalu menarik perhatian penulis. Tema spiritualitas atau rohaniah sangat dekat dengan aspek kejiwaan, kabatinan, hati, nurani serta ruhani manusia, serta berisi nilai-nilai agama yang luhur, suci, abadi, surgawi dan juga ukhrawi.

Tema spiritualitas wanita memang tak terlau banyak ditemukan dalam khazanah wacana intelektual Islam, hal ini disebabkan oleh beberapa hal. Pertama karena dalam lingkungan budaya masyarakat Arab wanita lebih banyak berperan dalam lingkup domestic atau rumah tangga, ketimbang aspek sosialnya, kedua bahwa masyarakat arab memiliki karakter “Patriarchal Society” atau masyarakat yang lebih didominasi oleh kaum laki-laki. Ketiga tak banyak buku yang membahas tentang aspek spiritual wanita secara khusus. 

Spiritualias dalam Islam disebut dengan Tasawwuf, dan dunia kaum sufi. Maka jika berbicara tentang spiritualitas perempuan tentu kitapun harus merujuk kepada kaum sufi perempuan. Dalam mengkaji kehidupan mereka maka yang menonjol dari mereka adalah kuatnya hablumminallah mereka, tingginya kesadaran mereka akan Allah (Ma’rifatullah), sangat mementingkan urusan akherat ketimbang duniawi, banyak berdzikir dan tafakkur, serta memiliki karamah tersendiri. 

Dalam mengembangkan  karakter menuju Insan Kamil, Assulami  menggunakan istilah Niswan untuk perempuan. Niswan adalah wanita spiritual yang berusaha mengembangkan dirinya dengan senantiasa bertafakkur atas setiap nikmat dan karunia yang diberikan Allah sehingga ia mampu menjadi hamba yang bersyukur dan berakhlak mulia. 

Salah satu sifat Allah adalah bahwa Ia Maha Indah. Sebagaimana sabda Rasulullah saw : Sesungguhnya Allah Maha Indah dan Ia mencintai keindahan. Wanita adalah lambang keindahan ciptaan Allah yang Maha Sempurna. Wanita memiliki keindahan baik dilihat dari sisi penciptaannya, maupun karakter umum yang dimilikinya seperti kelembutan dan kasih sayangnya yang melebihi sifat laki-laki. Karena itu Rasulullah SAW pernah menyatakan kesukaannya kepada kaum wanita. Ada tiga perkara didunia ini yang paling aku sukai yaitu : wanita, parfum, dijadikan indah pada pandanganku yaitu shalat. 

Karakter wanita yang lebih memiliki emosi dan daya rasa yang sangat tinggi ketimbang laki-laki, akan menjadi sangat mulia bila potensi ini benar-benar dipelihara, dikembangkan serta diarahkan pada hal-hal yang positif dan mulia, ia menjadi sangat indah dan dapat mencapai kesempurnaan diri (Insan Kamil). Takut dan harap, cinta, kelembutan dan kasih sayang, yang lebih dimiliki kaum perempuan dapat menghantarkannya ke gerbang kedekatannya kepada Sang Pencipta. Dan sifat-sifat ini adalah pantulan dari sifat-sifat Allah yang Maha Agung dan Maha Mulia. 

Dalam khazanah intelektual Islam, penulis dapati beberapa judul buku yang secara khusus menulis tentang dunia spiritualitas wanita ini, yaitu karya Muhammad Ibn Sa’d (148/764-230/845); Abu ‘Abd Ar-Rahman As-Sulami (d. 1021); dan ad-Din Abu Al-Faraj Ibn al-Jawzi Sifat Al Safwa (d. 597/1201)

Tingkat ketinggian Spiritualitas Perempuan

Tingkat ketinggian spiritualitas kaum perempuan tentu tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Al- Qur’an telah menunjukkan model wanita yang memiliki kapabilitas yang memang diakui langsung oleh Allah SWT, dimana sosok tersebut menjadi sosok wanita ideal dan sempurna dalam pencapaian spiritualitasnya. Maryam binti Imran dan Asiah istri Fir’aun itulah yang Allah jadikan contoh sebagai wanita terbaik dunia sepanjang sejarah. 

Rasulullah SAW bersabda : Banyak dari kaum laki-laki yang sempurna, dan tidak ada yang sempurna dari kaum wanita kecuali Asiah isteri Fir’aun, Maryam binti Imran, dan keutamaan Asiah atas wanita-wanita lainnya adalah seperti keutamaan bubur atas seluruh makanan lainnya.”

Namun Rasulullah juga menyebut wanita lain yang memiliki kedudukan mulia di syurga. Dari Ibnu Abbas ia bercerita, Rasulullah SAW bersabda : “Pemuka kaum wanita penghuni syurga adalah Maryam bin Imran, lalu Fathimah binti Muhammad, lalu Khadijah binti Khuwailid, dan kemudian Asiah isteri Fir’aun”.

Memang kesempurnaan spiritualitas wanita tentu tak ada yang bisa mencapai derajat kenabian. Hal ini telah menjadi kesepakatan jumhur ulama. Sebagaimana yang disebutkan oleh Abu Hasan Al Asy’ari dan yang lainnya dari Ahlus sunnah wal jama’ah bahwa kenabian itu hanya diberikan kepada kaum laki-laki saja, dan tidak ada kenabian bagi kaum perempuan.

Adapun kewalian seorang perempuan tak dapat dipungkiri, karena sejarah telah membuktikan bahwa ada beberapa wanita yang telah mencapat derajat kewalian, dan dimana kisah-kisah mereka juga disebutkan dalam buku-biografi para sufi. Diantaranya adalah 

1. Rabi’atul Adawiyah, wanita sufi yang sangat terkenal ini adalah seorang budak perempuan yang juga ahli Ibadah. Dialah yang pertama kali memperkenalkan maqam Mahabbah (cinta) dalam dunia sufi. 

2. Lalla Maimunah ; perempuan berkulit hitam yang mencoba belajar tentang do’a-doa shalat namun saat ia tak mampu menghafalnya, akhirnya dengan mengucapkan sebuah kata dia diberi karamah dapat berjalan diatas air.

3. Sayyidah Nafisah ialah salah satu keturunan Rasulullah s.a.w.. Beliau puteri Imam Hasan al-Anwar bin Zaid al-Ablaj bin Imam Hasan bin Imam Ali r.a, beliau adalah wanita ahli ibadah dan juga ahli sedekah, selama hidupnya mengkhatamkan Al-Qur’an 4000 kali, dan pergi haji 17 kali. Salah satu karamahnya yaitu pernah suatu ketika sungai Nil berhenti mengalir dan mengering. Orang-orang mendatangi Sayyidah Nafisah dan memohon doanya. Beliau memberikan selendangnya agar dilempar ke sungai Nil. Setelah mereka melakukannya. maka seketika itu juga sungai Nil mengalir kembali dan melimpah.

4. Tuhfah adalah sahabat Sari As Saqathi, ia seorang budak yang tidak mengenal tidur maupun makan, sepanjang hari menangis serta merintih dalam mengabdi kepada Allah. Ia juga seorang sufi wanita yang begitu kuat cintanya kepada Allah. Salah satu ungkapan yang pernah disampaikannya adalah Tuhfah berkata, “Tangisanmu ini, lahir dari pengetahuanrnu tentang sifat-sifat Allah. Bagaimana jadinya jika engkau benar-benar mengenal-Nya sebagaimana dibutuhkan oleh makrifat hakiki?” Setelah berkata begitu Tuhfah pingsan satu jam.

5. Maryam binti Imran, Wanita terbaik yang disebut dalam Al Qur’an 

Maryam termasuk salah satu wanita pilihan Allah yang disebutkabn dalam Al-Qur’an maupun hadist-hadits Rasulullah. Bahkan ia juga satu-satunya wanita yang namanya disebutkan secara khusus di dalam Al Qur’an dan diabadikan dalam satu surah khusus. Ia wanita yang disucikan, dan dilindungi oleh Allah dari sentuhan syetan sejak masa bayinya. Hal ini karena berkat do’a ibunya sejak ia melahirkan. Maka ketika Isteri Imran melahirkan anaknya ia pun berkata : “Ya Tuhanku sesungguhnya aku melahirkan seorang anak perempuan, dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu, dan anak laki-laki tidaklah sama seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamainya Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak keturunannya kepada pemeliharaanmu dari syetan yang terkutuk”. (QS Ali Imran : 35)

Rasulullah SAW bersabda : Setiap anak yang dilahirkan anak cucu adam disentuh syetan dengan jari jemarinya kecuali Mayam binti Imran dan puteranya Isa.(HR. Bukhari Muslim)

Allah menyerahkan pendidikan dan pengasuhan Maryam ditangan seorang  Nabi yang mulia dan sholeh, yaitu Nabi Zakaria. Hal ini juga yang mendukung perkembangan spiritual wanita sholehah ini dalam hidupnya.Tentu sangatlah masuk akal bila kita mengatakan bahwa bila seseorang dididik dan dibesarkan oleh seorang yang sholeh terlebih lagi bila dia seorang nabi, maka kualitas pendidikannya pun akan sangat berbeda bila didik oleh orang biasa. Karena itu sangat wajar bila Maryam menjadi salah satu wanita yang paling mulia dalam sejarah manusia, karena ia dididik oleh seorang nabi. 

Terlebih lagi Nabi Zakaria memberikan lingkungan  dan tempat yang sangat mulia dan suci untuk Maryam dibesarkan yaitu lingkungan Masjid atau tempat ibadah. Di tempat ini Maryam beribadah kepada Allah dengan penuh kekhusu’an, serta menjalankan ibadah siang dan malam. Sehingga ia menjadi suri tauladan dalam hal ibadah dikalangan Bani Israel. 

Maryam juga salah satu wanita yang memiliki anugerah karamah langsung dari sisi Allah, yaitu berupa makanan yang bukan pada musimnya dan langsung dikirim dari Allah di dalam mihrab tempat ibadahnya. Karamah Maryam juga dapat dilihat dari kedatangan jibril yang memberitahukan bahwa dia adalah wanita pilihan Allah yang disucikan dan dilebihkan dari semua wanita didunia.

“Dan ingatlah ketika malaikat jibril berkata, “Hai Maryam, Sesungguhnya Allah telah memilihmu, mensucikanmu dan melebihkan dirimu atas semua wanita didunia. Hai Maryam, taatlah engkau kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’”.(QS. Ali Imran : 42-43)

Penjelasan di atas membuktikan bahwa spiritualitas perempuan merupakan perkara yang tak dapat disangkal, bahkan penghargaan itu langsung diberikan oleh Allah Ta’ala, Sang Pencipta yang Maha Bijaksana dan Maha Mulia. Benarlah apa yang telah Allah janjikan terhadap hamba-hamba-Nya yang benar-benar beriman dan berbuat kebaikan. Firman-Nya : 

”Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (An Nahl : 97).

Penulis adalah, Dosen Prodi Komunikasi Penyiaran Islam STAI Attaqwa Bekasi, dan aktivis pekerja da'wah di Islamic Union of Hong Kong

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu